SEJARAH KURA-KURA




Kerangka

Karakteristik utama yang membedakan chelonia dengan reptil lainnya adalah adanya tulang dan kantong tempurung. Tempurung ini dibentuk dari dua komponen utama, cangkang atas (carapace) dan dasar(plastorn) yang dihubungkan oleh tulang ridges. Tulang cangkang terdiri dari gabungan tulang iga dan vertabrata. Sedangkan tulang bagian dasarnya(plastorn) terdiri dari tulang abdominal dan clavicle. Tetapi tidak semua kura-kura memiliki tempurung yang keras dan bertulang. Beberapa kura-kura mempunyai tempurung yang fleksibel. Diantaranya adalah beberapa kura-kura air yang mempunyai kura-kura tempurung lunak (softshell) dan penyu leatherback. Bentuk tempurung pelindung yang keras menjadi dominasi di kura-kura darat dan jarang yang ada memperlihatkan fleksibilitas pada termpurungnya. Kebanyakan anakan kura-kura darat mempunyai fenestra (daerah terbuka) antara tulang cangkang (carapace)dan menyatu pada masa tuanya. Tetapi pada pancake tortoise (Malacochersus tornieri) daerah terbuka ini dipertahankan sampai dewasa. Spesies lainnya yang mempertahankan fenestra selama hidupnya adalah Manoria impressa, kura-kura darat tortoise dari Asia.

Keunikan lainnya yang penting pada kura-kura adalah pectoral dan pelvic gridles yang dibatasi/dilindungi dalam tulang iganya. Orientasi vertikalnya memberi dukungan dari dalam untuk tempurungnya dan memberi ventral anchor yang kuat untuk lengan-lengan dan otot-otot. Tulang lengan dari kura-kura sedikit berbeda dengan vertebrata lainnya.

Dua lapisan lainnya yang melindungi bagian dalam tempurung adalah lapisan tengah dan lapisan luar. Lapisan tengah kaya akan ujung ujung syaraf dan pembuluh-pembuluh darah yang kecil. Lapisan pelindung luar dari lapisan keratin yang terkenal dengan sebutan skat (scutes) atau juga sering disebut laminae. Skat ini diatur dalam beberapa seri. Setiap seri mempunyai nama masing-masing. Rata-rata ada 54 skat eksternal. Keliman/pertemuan skat luar ini tidak secara tepat dilapisi atau simetris dengan struktur tempurung di bawahnya. Skat ini menyediakan sebagai penguat tambahan yang telah diturunkan dari struktur kubah tempurung yang kuat. Tulang cangkang yang rata-rata ada 50, bersama lapisan skat luar yang terus tumbuh seumur hidup, walaupun pertumbuhannya melambat di hari tua. Pertumbuhan ini bisa dengan pertambahan keratin dibawah skat yang ada. Pertumbuhan baru berwarna pucat kadang-kadang berwarna dadu oleh karena adanya sel darah di daerah pertumbuhan itu dan mudah dideteksi secara visual. Bertolakan dengan kepercayaan yang populer, kura-kura tidak dapat ditebak umurnya bedasarkan menghitung lingkaran-lingkaran yang terlihat pada skat-skatnya.

Beberapa lingkaran/cincin pertahun mungkin ada dalam masa periode pertumbuhan cepat. Pada spesimen yang sudah tua, kerusakan yang termakan waktu akan menghapus bersih tanda-tanda ini. Karapas kura-kura dibentuk dari kehidupan benar tisu yang sangat sensitif. Cara yang lama yang pernah dilakukan seperti mengebor atau mengikat kura-kura menyebabkan rasa yang menyakitkan bagi mereka. Dan ini juga membuka tisu lapisan tengah dan tulang dibawahnya dan dapat menyebabkan resiko infeksi yang sangat serius.

Satu fakta yang paling menarik adalah kura-kura mempunyai kapasitas untuk meregenerasi tulang dan tisu keratin secara spontan. Informasi ini sangat berguna dalam memperbaki kerusakan yang terjadi pada tempurung. Pada saat luka yang parah, matinya lapisan horny dan bony akan terjadi. Epidermis yang sehat di sekitar luka akan tumbuh dibawah tulang yang mati yang akhirnya diganti. Epidermis baru lalu dikeratin dan tulang baru dibentuk dibawahnya. Yang sangat mencengangkan kura-kura dapat mengganti kira-kira sepertiga dari tempurung dalam satu atau dua tahun melalui proses ini.




Skat (Scutes)
Ada banyak variasi dalam bentuk skat, warna, ukuran dan bentuk di antara spesies dan genera. Terminologi skat berguna untuk mengidentifikasi spesies dan untuk dokter hewan menerangkan daerah luka atau infeksi dsb. Sayangnya, teminologi ini tidak universal karena adanya variasi nama yang digunakan oleh bermacam-macam authorities. Bentuk penamaan skat yang umum adalah
(sebagai berikut: Di cangkang (carapace) biasanya ada lima single skat yang berada tengah yang dikenal sebagai vertebarl. Dan ini diapit oleh dua jalur skat pleural yang juga disebut costal. Lalu diikuti oleh seri seri skat kecil di sekitar ujungnya yang umumnya dikenal sebagai marginal atau peripheral Di beberapa genera, ada satu skat, kadang berukuran kecil, skat nuchar(cervical) terdapat pada ujung cangkang tepat diatas leher dan skat supracaudal yang mungkin terpisah terdapat tepat di atas ekor. Adanya atau tidaknya skat nuchal dapat menjadi clue penting dalam pengidentifikasian spesies/taxa/genus. Contohnya, semua spesies dalam genus Testudo memiliki skat nuchal/cervical tetapi untuk genus Geochelone tidak ada.

Perlindungan plastorn disusun dalam enam pasang yaitu gular, humeral, pectoral, abdominal, femoral dan anal shield. Pelindung kecil dekat kaki depan adalah skat axillary dan pelindung di depan paha adalah skat inguinal.

Berdasarkan karapas dan struktur kerangka plastron, beberapa jenis kura-kura telah berevolusi pada mekanisma pertahanan yang luar biasa. Yang paling terkenal adalah kura-kura kotak Amerika Utara (North American turtle box). Mereka dipanggil seperti itu karena mereka memiliki plastron berengsel yang benar-benar fleksibel sehingga plastronnya dapat tertutup dengan rapat. Ketika plastronnya tertutup, kura-kura ini seperti kotak ornamen sehinga mereka dinamakan kura-kura kotak. Dengan cara inilah mereka melindungi bagian yang mudah diserang – cukup untuk menghalangi semua pemangsa bahkan pemangsa yang paling gigih sekalipun. Cari ini juga dipakai oleh kura-kura kotak Asia yang termasuk dalam genus Cuora. Berapa jenis yang memiliki engsel yang sama adalah kura-kura darat hinge-back tortoise(kinixys), kura-kura spider(pyxis arachnoids)

PENYAKIT DAN PENANGANAN PADA KURA-KURA



Salah satu masalah umum yang sering dihadapi pemeliharaan kura-kura adalah memelihara kwalitas air. Air yang kotor adalah penyebab penyakit bakteri dan parasit. Aquarium kura-kura yang kotor sangat bau dan menjadi tambahan yang tidak baik dalam rumah kamu. Menguras air secara teratur adalah satu cara untuk menjaga kebersihan, tetapi proses pengurasan cepat menjadi pekerjaan yang banyak menyita waktu. Pemecahan praktis adalah dengan menggunakan mesin penyaring atau filter yang dapat mengurangi frekwensi pengurasan.
Faktor lain yang sering tidak dipikirkan oleh pemelihara baru (pemula) adalah pencahayaan. Semua kura-kura dalam ruangan / aquarium atau kolam membutuhkan semacam cahaya buatan. Biasanya dulu setiap pagi kura – kuraku tak jemur, tapi tak ingetin kalo pas njemur, jangan sampe ketiduran (kayak aku) dan dalam njemur sebaiknya diberi air untuk pendingin tubuh jika kepanasan. jam jemur paling baik antara 06.00 – 08.00 karena pada jam begini matahari masih baik dan kandungan vitamin Dnya masih bagus.
Kalo kalian males njemur kura – kura, bisa kalian beliin lampu UV yang khusus reptil di petshop terdekat yang 9 volt – 12 volt udah cukup. Biasanya karena kurangnya pencahayaan/penjemuran kura – kura gampang sakit, terutama sakit kulit.
UV-A: Mereka berada di gelombang yang tidak terlihat oleh mata dari 320 sampai 400 nm. Meskipun mereka mengandung sedikit energi daripada sinar UV-B dan UV-C, sinar UV-A juga menyebabkan sunburn/melepuh pada manusia jika terkena cukup lama. Bagi kura-kura sinar UV-A terlihat bagi mereka. Banyak reptil termasuk kura-kura menggunakan sinar UV-A untuk mengenali makanan atau mengenali pasangan yang cocok. Maka dari itu, berjemur dibawah sinar UV-A sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka.
UV-B: Mereka berada diantara 290 dan 320 nm. UV-B adalah sinar yang bertanggung jawab atas melepuhnya pada kulit manusia waktu terkena sinar terjadi. Untuk reptil sangat penting, khususnya kura-kura karena membutuhkan sinar ini untuk sintesa. Banyak penelitian telah membuktikan pemberian tambahan vitamin D3 tidak diperlukan dalam makanan jika pemberian sinar UV-B diberikan setiap hari. Kami mengingatkan bahwa vitamin D3 penting untuk memperbaiki kalsium pada tulang maka dari itu mereka penting untuk pembentukan tulang yang dan termpurung kura-kura. Lapisan gelas tidak boleh dipasang antara daerah berjemur dan sinar berspektrum penuh karena gelas menyaring sinar UV-B.
Berikut saya himpunkan beberapa peyakit yang sering diderita oleh kura – kura :

(sumber : hewanpeliharaan.com)
  1. Gejala:
Mata bengkak atau berair, biasanya tertutup. Kemungkinan mengeluarkan cairan putih. Kulit terlihat merah dan mentah. Kemungkinan Edema.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada mata sering diakibatkan dari kurang berfungsinya sistem penyaringan (filtrasi). Selidiki lingkungannya. Kesalahan pengaturan suhu dapat juga menyebabkan gejala-gejala seperti ini.
Pengobatan:
Antibiotik yang dioleskan pada mata (dalam bentuk salep) jika disebabkan oleh infeksi bakteri. Jaga kebersihan dan lingkungan sekeliling jika tidak baik.
  1. Gejala:
Luka atau plaque-like furry yang disebabkan oleh sel-sel mati disekitar mulut. Kemungkinan menolak untuk diberi makan dan mata kemungkinan juga membengkak.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada mulut biasanya dapat ditemukannya organisma gram-negatif. Menular pada jenis hewan lainnya.
Pengobatan:
Kondisi yang serius membutuhkan pengobatan yang cepat. Mulut harus dibersihkan dengan cairan povidone-iodine beberapa kali dalam sehari dengan membersihkan juga sel-sel mati. Antibiotik yang berkontak langsung dengan luka juga efektif dalam melawan Gram-negatif organisma. Tangani hewan yang terinfeksi dengan seksama dan pisahkan dengan kura-kura lainnya secepatnya. Keadaan seperti ini biasanya dapat segera diatasi jika terdeteksi secara dini.
  1. Gejala:
Hewan yang kurang bertenaga, kemungkinan menyanggah kepalanya dengan tinggi atau dalam posisi yang tidak seperti biasanya. Kemungkinan juga lemahnya kaki depan dan belakang dan juga kadang mengeluarkan cairan dari hidung atau mulut diikuti dengan sesak napas.
Kemungkinan disebabkan:
Kondisi serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran pernapasan, kemungkinan pneumonia.
Pengobatan:
Perhatian dari dokter hewan diperlukan secepatnya. Suntikan antibiotik biasa tindakan yang harus dilakukan (antibiotic biasanya tidak diberikan secara oral pada kura-kura air tawar disebabkan oleh lamanya dan tidak menentukan rasio penyerapan melalui pencernaan dan tidak menentunya jumlah serum darah).
  1. Gejala:
Lemahnya daerah tempurung atas atau bawah dengan kemungkinan pecahnya pembuluh darah. Kemungkinan terciumnya bau yang tidak sedap dari daerah sekeliling. Daerah yang terkena dapat menyebar dengan cepat.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada tissue yang mana berasal dari trauma atau penyakit tertentu. organisma gram-negatif biasanya penyebabnya.
Pengobatan:
Daerah sekeliling yang terditeksi harus dibersihkan secara rutin dengan cairan povidone iodine, sel-sel yang mati dibersihkan secara perlahan dan kura-kura ini dipisahkan secepatnya dengan yang lainnya. Antibiotik yang dioleskan langsung dapat digunakan. Gejala seperti ini kebanyakan disebabkan oleh lokalisasi luka trauma, seperti terbakar oleh pemanas/heater atau goresan yang disebabkan oleh batu tajam yang ada di aquarium dll.
  1. Gejala:
Kurang bertenaga, lemas, kemungkinan kaki atau tempurung bawah terlihat kemerahan.
Kemungkinan disebabkan:
Pada umumnya septicemia (keracunan pada darah).
Pengobatan:
Pada umumnya disebabkan oleh luka trauma, terutama air yang terkontaminasi. Ada kemungkinan hepatosis jika hati (lever) dengan cepat ikut terserang. Mendesaknya akan kebutuhan parenteral (tidak melalui mulut) antibiotik harus dilakukan dengan hati-hati dan intensif terapi pendukung juga diperlukan. Tes darah juga diperlukan untuk memastikan kemajuan pengobatan.
  1. Gejala:
Tempurung atas yang lembek dan kemungkinan tidak merata. Lemahnya kaki-kaki dan kura-kura ini kemungkinan masalah makan.
Kemungkinan disebabkan:
Makanan yang kekurangan kalsium baik sedikit maupun banyak.
Pengobatan:
Untuk kondisi yang parah kemungkinan tidak dapat tertolong. Pengobatan dapat berupa suntikan kalsium ditambah makanan yang berkalsium dan perawatan di bawah sinar lampu UV-B.
Catatan: Gejala tempurung lembek, jangan disamakan dengan kura-kura jenis tempurung lunak (Soft-shell) seperti jenis Tryonix/Apalone.
  1. Gejala:
Luka baru.
Kemungkinan disebabkan:
Perkelahian, lecet pada batu atau benda lain.
Pengobatan:
Pindahkan faktor penyebab di lingkungannya. Bersihkan perlahan-lahan dengan menggunakan cairan povidone-iodine dan jaga kebersihannya sampai luka sembuh total. Perhatikan dengan seksama gejala infeksi kedua, seperti septicernia, necrotic dermatitis.
  1. Gejala:
Pembengkakan atau kemerahan di samping kepala.
Kemungkinan disebabkan:
Bisul telinga. Pada kura-kura, disebabkan oleh kebersihan air yang kurang.
Pengobatan:
Pembedahan oleh dokter hewan dengan pembiusan lokal.

Pengobatan Pertama Luka pada Tempurung Kura-Kura




Banyak sebab mengapa kura-kura bisa terluka. Luka pada kulitnya cukup mudah diobati dengan betadine maupun obat-obatan penutup luka lainnya. Tapi bagaimana dengan luka pada tempurung? Luka pada tempurung bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya akibat gigitan kura lainnya, gigitan hewan predator, tergores dekorasi akuarium, gejala pembusukan tempurung (SCUD/Septicemia), dan lain sebagainya.

Jika anda melihat tempurung (karapas/plastron) kura-kura Brazil anda terluka, lakukan langkah-langkah di bawah ini:
  1. Ambil kura dari air/habitat dan perhatikan di cahaya terang untuk memastikan ada-tidaknya pendarahan. Jika terjadi pendarahan, ambil kain bersih atau kapas steril yang kering dan tekan lembut bagian yang terluka hingga pendarahan berhenti.
  2. Saat anda menghentikan pendarahan, lakukan hal berikut:
    • Basuh bagian yang terluka dengan air hangat sambil digosok dengan sikat gigi halus untuk membersihkan dari kotoran. Kemudian teteskan betadine/obat luka pada bagian yang berdarah dan biarkan kering selama beberapa menit. Jika kura anda meronta, biarkan dia menggigit kain yang bersih hingga dia diam.
    • Letakkan kura di wadah yang hangat, kering, dan agak gelap untuk mengurangi depresi dan stres kecuali saat dia makan. Tempatkan kain bersih atau kapas yang kering di bagian alasnya. Diamkan minimal 4 jam hingga lukanya kering.
    • Ulangi pembersihan luka dan pengobatan dengan betadine sampai lukanya benar-benar kering. Periksa lukanya setiap hari, jika tercium bau tidak sedap pada bagian luka segera hubungi dokter hewan terdekat. Bau tidak sedap atau bau busuk adalah tanda dini dari infeksi.
Perhatikan apakah bagian tempurungnya lunak? Apakah berbau tidak sedap? Apakah tempurung berubah warna? Jika iya, segeralah bawa kura anda ke dokter hewan terdekat untuk pengobatan lebih lanjut

Penyakit Kura-kura Tidak Mau Makan



Tidak mau makan terkadang merupakan gejala awal stres atau penyakit yang diderita oleh reptil, termasuk juga kura-kura air dan kura-kura darat. Ini ada beberapa pertanyaan untuk menanyakan pada diri Anda sendiri tentang segala sesuatu yang menyebabkan kura-kura mogok makan, bersama dengan saran yang mungkin bisa membantu.

Apakah kura-kura Anda baru datang di rumah Anda?
  
Kura-kura yang diangkut dalam suatu perjalanan, khususnya kura-kura tangkapan alam, biasanya sangat mudah menderita stres, dan mungkin saja bisa sampai beberapa hari bahkan minggu bagi kura-kura tersebut untuk beradaptasi sebelum kura-kura siap makan. Sebaiknya, tempatkanlah kura-kura yang baru Anda datangkan ke rumah di tempat yang jauh dari peliharaan Anda yang lain atau dari suara-suara ribut. Tangani mereka sejarang mungkin dan pastikan mereka memiliki tempat di habitat yang Anda sediakan dimana mereka bisa bersembunyi dan merasa aman. Bila kura-kura Anda tetap tidak mau makan setelah dua minggu, bawalah ke dokter hewan untuk mencari tahu apa yang salah, mungkin saja masalah parasit atau gangguan sistem pencernaan.

  • Apakah habitat kura-kura Anda cukup hangat atau cukup sejuk?
    Pastikan Anda cari tahu tentang apa yang dibutuhkan oleh jenis spesies kura-kura Anda, terutama pada suhu air, suhu udara, atau tingkat kelembapan yang dibutuhkan. Kura-kura dan reptil lainnya harus mengatur suhu tubuh mereka sesuai dengan lingkungannya, dan suhu yang terlalu dingin membuat kura-kura tidak mau makan.

  • Apakah kura-kura Anda menyukai makanan yang Anda berikan?
    Cobalah makanan yang berbeda. Kebanyakan kura-kura merupakan pemilih dalam hal makanan dan akan memilih satu atau lebih jenis makanan dan menolak jenis makanan lainnya. Semakin bervariasi makanan yang Anda berikan untuk kura-kura Anda – apakah kura-kura tersebut bersifat herbivora, omnivora, atau karnivora – semakin sehat ia dapat bertahan hidup. Tapi bila kura-kura Anda tidak juga makan, cobalah berikan sesuatu yang Anda tahu ia suka, atau cobalah menaruh cacing tanah kecil yang masih menggeliat di depan hidungnya, hanya sedikit kura-kura yang menolak makanan semacam itu. Ketika kura-kura Anda mulai mau makan kembali, Anda bisa mulai memberikan variasi makanan yang lainnya.

  • Apakah kura-kura Anda sehat?
    Bila kura-kura Anda tadinya makan dengan teratur namun tiba-tiba berhenti, ada kemungkinan merupakan masalah kesehatan. Penyebab yang paling umum pada masalah makan dan pencernaan adalah parasit intestinal. Anda memerlukan dokter hewan dalam berurusan dengan parasit ini, karena ada banyak jenis parasit dan cara penanganannya dan hanya tes kotoran buang air besar (feces) yang bisa mengidentifikasi parasit yang menjangkiti kura-kura Anda. Bila Anda hendak menemui dokter hewan untuk pengobatan, kumpulkanlah sampel feces kura-kura Anda pada empat jam sebelum bertemu dengan dokter, taruh sampel feces tersebut dalam sebuah mangkuk air. Dan simpanlah di dalam kulkas sampai waktunya Anda berangkat menemui dokter hewan tersebut. Dan dokter hewan akan berterima kasih pada Anda karena sudah memudahkan pekerjaannya.
    Kemungkinan lainnya yang biasanya mengakibatkan kura-kura mogok makan adalah infeksi pada mata atau pernafasan. Kura-kura berburu makanan dengan menggunakan penglihatan, dan bila mata kura-kura tertutup akibat infeksi mata atau pernafasan, maka kura-kura tidak bisa melihat makanan. Dalam kasus ini, perendaman di air bersih dan hangat akan membantu.
    Seekor kura-kura dapat hidup tanpa makanan selama berminggu-minggu dan bila memungkinkan bahkan hingga berbulan-bulan, jadi jangan panik. Ketika kura-kura Anda merasa sehat dan aman, kura-kura Anda akan makan kembali. Pastikan Anda membuat lingkungan yang persis dengan habitat aslinya, menjaga suhu juga sangat direkomendasikan, memberi makanan yang bervariasi, dan pastikan bebas parasit. Maka masalah tersebut akan terselesaikan dengan sendirinya.

Cara Merawatan Kura Kura Brazil (RES) Pada Saat Masih Kecil (Baby)



  1. Tempatkan kura-kura  pada aquarium yang sesuai dengan ukuran kura-kura tersebut.
  2. Aquarium tersebut harus mempunyai pencahayaan yang baik.
  3. Ukuran air dan kura-kura jangan terlalu dalam karena masih baby usahakan airnya kurang lebih 5 cm.
  4. Setiap sehari sekali pada saat pagi jemur kura-kura tersebut kurang lebih 30 menit untuk menghagatkankan tubuhnya karena kura-kura merupakan hewan berdarah dingin untuk bisa memproses makanannya memerlukan suhu yang agak tinggi.
  5. Bersihkan aquarium  2 hari sekali kalau aquariumnya ada filternya seminggu sekali untuk menjaga kualitas dan kejernihan air.
  6. Bersihkan tempurung kura-kura menggunakan sikat gigi untuk menghilangkan kotoran yang menempel. 
  7. Berilah pakan maksiamal 2 kali sehari pada pagi dan saat malam hari.
  8. Pakannya berupa cacing, ulat hokong atau pelet ikan (Takari)
Itulah tips-tips cara merawat kura-kura Brazil pada saat masih kecil atau bayi. Sekian dan terima kasih sudah membaca.

Infeksi Pernafasan Pada Kura-kura

 

Infeksi pernafasan Pada Kura-kura

Gejala: hidung meler, mulutnya tidak benar-benar tertutup rapat atau berbunyi, berenangnya miring ke satu sisinya, lesu dan tidak mau makan.

Yang perlu dilakukan: Jika infeksi pernafasannya masih dalam tahap ringan, ikuti pedoman ini, jika sudah parah bawalah ke dokter segera. Tutup ruangan dengan rapat untuk menghindari kotoran udara. Jaga airnya untuk tetap hangat, inilah faktor yang  paling penting untuk kura-kura untuk dapat memerangi infeksi ini. Jika anda memiliki lebih dari satu kura-kura, pisahkan yang sakit dari yang lainnya, karena infeksi ini menular. Jika kondisinya tidak membaik dalam lima hari, bawalah segera ke dokter.

Kekurangan vitamin (Hypovitaminosis) Pada Kura-kura

 

 

Kekurangan vitamin (Hypovitaminosis) Pada Kura-kura

Di halaman adalah daftar gejala kekurangan vitamin tertentu yang dapat terjadi pada kura-kura.

Vitamin A

Gejala: cacat mata,  mata yang exhorbited, penglihatan kabur dapat menjadikan kebutaan total, bercak putih pada tempurung, hilangnya sebagian dari kulit di leher dan kaki dan juga skat.
Mencegahnya: Beri suplement dua kali seminggu dan juga makanan yang kaya akan vitamin A seperti water hyacintch, tomat, udang gammarus tetra.
Pengobatan:  injeksi 60-120,000 IU vitamin A per kg dan suntikan kedua dua atau tiga minggu kemudian.

Vitamin D3

Gejala: Rasio pertumbuhan yang lambat, pembentukan karapas yang tidak bagus, radang tulang belakang (rachytism)
Pencegahan: Suplemen vitam dua kali seminggu, kenai sinar matahari langsung atau lampu berspektrum penuh selama 8-12 jam per hari.

Vitamin E

Gejala: benjolan,  Nodules, lipomes, abcesses of fatty tissues
Pengobatan: Suntikan suplemen multivitamin, mengangakat luka/borok

Grup Vitamin B

Gejala: Masalah dengan sistem syaraf utama, lesuPencegahan: Suplemen vitamin dua kali seminggu
Pengobatan: Suntikan suplemen multivitamin, minyak ikan (cod liver oil), organ ikan

Kekurangan zat besi

Gejala: cacat pembentukan dan rasio pertumbuhan yang lambat
Pengobatan: beri makanan yang kaya akan zat besi seperti hati sapi

Kekurangan fosfor dan kalsium

Gejala: Jika dua zat ini tidak tersedia pada rasio yang sesuai, kura-kura akan menderita seperti gejala kekurangan vitamin D3. Perlu diingat bahwa vitamin D3 adalah yang bertanggung jawab atas pengikatan kalsium dan fosfor dalam tulang
Pencegahan: Berikan tulang sotong ke kura-kura anda atau tambahkan suplement vitamin yang kaya akan kalsium pada makanannya dua kali seminggu. Jemur dibawah sinar matahari langsung atau lampu berspektrum penuh.
Perawatan: suntikan suplemen multivitamin.

Perawatan Penyakit Mata Pada Kura-kura

Penyakit Mata Pada Kura-kura

Jika kura-kura anda selalu menutup matanya, membengkak dan akhirnya tidak mau makan. Kemungkinan terjadi infeksi mata. Infeksi ini disebabkan karena air yang kotor atau kekurangan vitamin A. Gantilah airnya lebih sering. Naikan suhu ke 23 sampai 30°C. 

Nyalakan terus lampu jemurnya. Anda dapat membersihkan matanya dengan air distilasi dan larutan boric acid atau air dengan garam atau standard sulfamethiazine. Lakukan pada pagi dan malam hari. Anda dapat menggunakan cotton-bud untuk mengolesi larutanya. Coba buka kelopak matanya supaya larutannya bisa masuk ke dalam matanya. Beri kura-kura anda suplemen vitamin secara rutin.

Anda bisa mendapatkan suplemen ini di toko-toko. Jika anda tidak melihat adanya kemajuan pada kondisi kura-kuranya dalam jangka waktu 5 hari, bawalah segera ke dokter.

Gejala dan Penyakit Pada Kura-kura Brazil (RES)

 

 

Gejala dan Penyakit Pada Kura-kura Brazil (RES)

Dibawah ini adalah daftar gejala umum dan penyakitnya. Pakailah ini sebagai petunjuk dan selalu ke dokter anda untuk diagnosa yang lebih akurat.

Gejala Kemungkinan Penyebab
Jendulan yang kecil-kecil (tumor abcesses) Kekurangan vitamin E, masalah gizi
Tidak tenang, resah Masalah usus, sembelit, penahanan telur, parasit usus
Kurang nafsu makan Hampir mencakup semua keadaan yang fatal
Darah dalam kotoran Luka pada usus yang disebabkan oleh bound, septicemia, amebiasis dan parasit usus lainnya
Bernafas dengan mulut terbuka Pilek, radang paru-paru
Berbunyi waktu bernafas Peradagangan virus pilek
Perubahan warna pada karapas/tempurung Kebanyak kaporit/chlorine dalam air, masalah gizi, kekurangan vitamin A
Punggung(rachytism), Karapas cacat Kekurangan vitamin D3,     hy dan kekurangan fosfor, kurang terkena matahari langsung atau sinar UV, masalah gizi, aquarium terlalu kecil. Pyraymiding
Skat (scutes) lepas berjatuhan Kekurangan vitamin A. Jika kura-kura juga menderita perubahan warna atau bercak seperti cahaya di tubuhnya, serangan mycose patut dicurigai
Pelunakan tempurung Punggung mengalami rachitysm.
Bercak pada karapas dan kulit Kekurangan vitamin A, terkena parasit mycetes
Sesuatu yang tergantung pada kloaka Turunnya penis atau usus
Sembelit/susah buang air besar Masalah nutrisi seperti terlalu banyak makanan kering,  masalah usus, penahanan telur
Diare Masalah nutrisi, memberi buah-buahan terlalu asam, parasit usus
Pembengkakan telinga Luka bernanah disebabkan oleh otitis, kena pilek
Mata mengeluarkan nanah atau air mata Peradangan virus pilek
Mata exhorbited Kekurangan vitamin A, makanan yang buruk – kebanyakan lemak,  infeksi kelopak mata
Kelopak mata menempel menjadi satu Keluar dari hibernasi, pilek, atau ada sesuatu di matanya, kurang gizi
PendarahanPendarahaan generalized tetapi jarang, kulit bewarna merah, sangat lesu Keracunan darah (septicemia)
Bercak putih atau kekuningan di dalam mulut. Pembusukan mulut(herpes)
Lendir seperti benang keluar dari mulut dan hidung Pilek, peradangan virus pilek
Lumpuh (sebagian atau semuanya) Trauma umum, jatuh,
Ganti kulit (shedding) yang berlebihan Kebanyak kaporit/chlorine di dalam air
Berenang mundur setelah menggosok kepalanya pada tempurungnya atau kepala selalu berada di dalam tempurungnya Rasa tidak menyenangkan di bagian depan
Berenang miring atau berat sebelah Radang paru-paru (pneumonia)
Kerongkongan bengkak Peradangan dalam mulut (stomatitis), herpes
Muntah Kura-kura makan terlalu cepat, reaksi alergi terhadap obat

Perawatan Penyakit Pada Kura-kura Brazil (RES)

 

 

Penyakit Pada Kura-kura Brazil (RES)

Bagaimana mencegah penyakit

Kebanyakan penyakit yang timbul disebabkan oleh kwalitas airnya yang buruk, kurang pencahayaan yang cukup untuk berjemur dan gizi yang kurang baik.

Kapan anda patut mecurigai adanya penyakit?

  • Mata bengkak. Kura-kura terus menutup matanya.
  • Tidak mau makan
  • Perubahan prilaku
  • Pernafasaan yang tidak normal atau pilek
  • Perubahan warna atau bercak putih pada tempurungnya
  • Diare

Apa yang sebaiknya anda kerjakan jika terserang penyakit

  • Naikan suhu ke 23 sampai 30°C
  • Jaga airnya untuk tetap bersih
  • Terus memberi bermacam makanan ke kura-kura
  • Perhatikan adanya kotoran yang tidak biasa
Sumber