SEJARAH KURA-KURA




Kerangka

Karakteristik utama yang membedakan chelonia dengan reptil lainnya adalah adanya tulang dan kantong tempurung. Tempurung ini dibentuk dari dua komponen utama, cangkang atas (carapace) dan dasar(plastorn) yang dihubungkan oleh tulang ridges. Tulang cangkang terdiri dari gabungan tulang iga dan vertabrata. Sedangkan tulang bagian dasarnya(plastorn) terdiri dari tulang abdominal dan clavicle. Tetapi tidak semua kura-kura memiliki tempurung yang keras dan bertulang. Beberapa kura-kura mempunyai tempurung yang fleksibel. Diantaranya adalah beberapa kura-kura air yang mempunyai kura-kura tempurung lunak (softshell) dan penyu leatherback. Bentuk tempurung pelindung yang keras menjadi dominasi di kura-kura darat dan jarang yang ada memperlihatkan fleksibilitas pada termpurungnya. Kebanyakan anakan kura-kura darat mempunyai fenestra (daerah terbuka) antara tulang cangkang (carapace)dan menyatu pada masa tuanya. Tetapi pada pancake tortoise (Malacochersus tornieri) daerah terbuka ini dipertahankan sampai dewasa. Spesies lainnya yang mempertahankan fenestra selama hidupnya adalah Manoria impressa, kura-kura darat tortoise dari Asia.

Keunikan lainnya yang penting pada kura-kura adalah pectoral dan pelvic gridles yang dibatasi/dilindungi dalam tulang iganya. Orientasi vertikalnya memberi dukungan dari dalam untuk tempurungnya dan memberi ventral anchor yang kuat untuk lengan-lengan dan otot-otot. Tulang lengan dari kura-kura sedikit berbeda dengan vertebrata lainnya.

Dua lapisan lainnya yang melindungi bagian dalam tempurung adalah lapisan tengah dan lapisan luar. Lapisan tengah kaya akan ujung ujung syaraf dan pembuluh-pembuluh darah yang kecil. Lapisan pelindung luar dari lapisan keratin yang terkenal dengan sebutan skat (scutes) atau juga sering disebut laminae. Skat ini diatur dalam beberapa seri. Setiap seri mempunyai nama masing-masing. Rata-rata ada 54 skat eksternal. Keliman/pertemuan skat luar ini tidak secara tepat dilapisi atau simetris dengan struktur tempurung di bawahnya. Skat ini menyediakan sebagai penguat tambahan yang telah diturunkan dari struktur kubah tempurung yang kuat. Tulang cangkang yang rata-rata ada 50, bersama lapisan skat luar yang terus tumbuh seumur hidup, walaupun pertumbuhannya melambat di hari tua. Pertumbuhan ini bisa dengan pertambahan keratin dibawah skat yang ada. Pertumbuhan baru berwarna pucat kadang-kadang berwarna dadu oleh karena adanya sel darah di daerah pertumbuhan itu dan mudah dideteksi secara visual. Bertolakan dengan kepercayaan yang populer, kura-kura tidak dapat ditebak umurnya bedasarkan menghitung lingkaran-lingkaran yang terlihat pada skat-skatnya.

Beberapa lingkaran/cincin pertahun mungkin ada dalam masa periode pertumbuhan cepat. Pada spesimen yang sudah tua, kerusakan yang termakan waktu akan menghapus bersih tanda-tanda ini. Karapas kura-kura dibentuk dari kehidupan benar tisu yang sangat sensitif. Cara yang lama yang pernah dilakukan seperti mengebor atau mengikat kura-kura menyebabkan rasa yang menyakitkan bagi mereka. Dan ini juga membuka tisu lapisan tengah dan tulang dibawahnya dan dapat menyebabkan resiko infeksi yang sangat serius.

Satu fakta yang paling menarik adalah kura-kura mempunyai kapasitas untuk meregenerasi tulang dan tisu keratin secara spontan. Informasi ini sangat berguna dalam memperbaki kerusakan yang terjadi pada tempurung. Pada saat luka yang parah, matinya lapisan horny dan bony akan terjadi. Epidermis yang sehat di sekitar luka akan tumbuh dibawah tulang yang mati yang akhirnya diganti. Epidermis baru lalu dikeratin dan tulang baru dibentuk dibawahnya. Yang sangat mencengangkan kura-kura dapat mengganti kira-kira sepertiga dari tempurung dalam satu atau dua tahun melalui proses ini.




Skat (Scutes)
Ada banyak variasi dalam bentuk skat, warna, ukuran dan bentuk di antara spesies dan genera. Terminologi skat berguna untuk mengidentifikasi spesies dan untuk dokter hewan menerangkan daerah luka atau infeksi dsb. Sayangnya, teminologi ini tidak universal karena adanya variasi nama yang digunakan oleh bermacam-macam authorities. Bentuk penamaan skat yang umum adalah
(sebagai berikut: Di cangkang (carapace) biasanya ada lima single skat yang berada tengah yang dikenal sebagai vertebarl. Dan ini diapit oleh dua jalur skat pleural yang juga disebut costal. Lalu diikuti oleh seri seri skat kecil di sekitar ujungnya yang umumnya dikenal sebagai marginal atau peripheral Di beberapa genera, ada satu skat, kadang berukuran kecil, skat nuchar(cervical) terdapat pada ujung cangkang tepat diatas leher dan skat supracaudal yang mungkin terpisah terdapat tepat di atas ekor. Adanya atau tidaknya skat nuchal dapat menjadi clue penting dalam pengidentifikasian spesies/taxa/genus. Contohnya, semua spesies dalam genus Testudo memiliki skat nuchal/cervical tetapi untuk genus Geochelone tidak ada.

Perlindungan plastorn disusun dalam enam pasang yaitu gular, humeral, pectoral, abdominal, femoral dan anal shield. Pelindung kecil dekat kaki depan adalah skat axillary dan pelindung di depan paha adalah skat inguinal.

Berdasarkan karapas dan struktur kerangka plastron, beberapa jenis kura-kura telah berevolusi pada mekanisma pertahanan yang luar biasa. Yang paling terkenal adalah kura-kura kotak Amerika Utara (North American turtle box). Mereka dipanggil seperti itu karena mereka memiliki plastron berengsel yang benar-benar fleksibel sehingga plastronnya dapat tertutup dengan rapat. Ketika plastronnya tertutup, kura-kura ini seperti kotak ornamen sehinga mereka dinamakan kura-kura kotak. Dengan cara inilah mereka melindungi bagian yang mudah diserang – cukup untuk menghalangi semua pemangsa bahkan pemangsa yang paling gigih sekalipun. Cari ini juga dipakai oleh kura-kura kotak Asia yang termasuk dalam genus Cuora. Berapa jenis yang memiliki engsel yang sama adalah kura-kura darat hinge-back tortoise(kinixys), kura-kura spider(pyxis arachnoids)

PENYAKIT DAN PENANGANAN PADA KURA-KURA



Salah satu masalah umum yang sering dihadapi pemeliharaan kura-kura adalah memelihara kwalitas air. Air yang kotor adalah penyebab penyakit bakteri dan parasit. Aquarium kura-kura yang kotor sangat bau dan menjadi tambahan yang tidak baik dalam rumah kamu. Menguras air secara teratur adalah satu cara untuk menjaga kebersihan, tetapi proses pengurasan cepat menjadi pekerjaan yang banyak menyita waktu. Pemecahan praktis adalah dengan menggunakan mesin penyaring atau filter yang dapat mengurangi frekwensi pengurasan.
Faktor lain yang sering tidak dipikirkan oleh pemelihara baru (pemula) adalah pencahayaan. Semua kura-kura dalam ruangan / aquarium atau kolam membutuhkan semacam cahaya buatan. Biasanya dulu setiap pagi kura – kuraku tak jemur, tapi tak ingetin kalo pas njemur, jangan sampe ketiduran (kayak aku) dan dalam njemur sebaiknya diberi air untuk pendingin tubuh jika kepanasan. jam jemur paling baik antara 06.00 – 08.00 karena pada jam begini matahari masih baik dan kandungan vitamin Dnya masih bagus.
Kalo kalian males njemur kura – kura, bisa kalian beliin lampu UV yang khusus reptil di petshop terdekat yang 9 volt – 12 volt udah cukup. Biasanya karena kurangnya pencahayaan/penjemuran kura – kura gampang sakit, terutama sakit kulit.
UV-A: Mereka berada di gelombang yang tidak terlihat oleh mata dari 320 sampai 400 nm. Meskipun mereka mengandung sedikit energi daripada sinar UV-B dan UV-C, sinar UV-A juga menyebabkan sunburn/melepuh pada manusia jika terkena cukup lama. Bagi kura-kura sinar UV-A terlihat bagi mereka. Banyak reptil termasuk kura-kura menggunakan sinar UV-A untuk mengenali makanan atau mengenali pasangan yang cocok. Maka dari itu, berjemur dibawah sinar UV-A sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka.
UV-B: Mereka berada diantara 290 dan 320 nm. UV-B adalah sinar yang bertanggung jawab atas melepuhnya pada kulit manusia waktu terkena sinar terjadi. Untuk reptil sangat penting, khususnya kura-kura karena membutuhkan sinar ini untuk sintesa. Banyak penelitian telah membuktikan pemberian tambahan vitamin D3 tidak diperlukan dalam makanan jika pemberian sinar UV-B diberikan setiap hari. Kami mengingatkan bahwa vitamin D3 penting untuk memperbaiki kalsium pada tulang maka dari itu mereka penting untuk pembentukan tulang yang dan termpurung kura-kura. Lapisan gelas tidak boleh dipasang antara daerah berjemur dan sinar berspektrum penuh karena gelas menyaring sinar UV-B.
Berikut saya himpunkan beberapa peyakit yang sering diderita oleh kura – kura :

(sumber : hewanpeliharaan.com)
  1. Gejala:
Mata bengkak atau berair, biasanya tertutup. Kemungkinan mengeluarkan cairan putih. Kulit terlihat merah dan mentah. Kemungkinan Edema.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada mata sering diakibatkan dari kurang berfungsinya sistem penyaringan (filtrasi). Selidiki lingkungannya. Kesalahan pengaturan suhu dapat juga menyebabkan gejala-gejala seperti ini.
Pengobatan:
Antibiotik yang dioleskan pada mata (dalam bentuk salep) jika disebabkan oleh infeksi bakteri. Jaga kebersihan dan lingkungan sekeliling jika tidak baik.
  1. Gejala:
Luka atau plaque-like furry yang disebabkan oleh sel-sel mati disekitar mulut. Kemungkinan menolak untuk diberi makan dan mata kemungkinan juga membengkak.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada mulut biasanya dapat ditemukannya organisma gram-negatif. Menular pada jenis hewan lainnya.
Pengobatan:
Kondisi yang serius membutuhkan pengobatan yang cepat. Mulut harus dibersihkan dengan cairan povidone-iodine beberapa kali dalam sehari dengan membersihkan juga sel-sel mati. Antibiotik yang berkontak langsung dengan luka juga efektif dalam melawan Gram-negatif organisma. Tangani hewan yang terinfeksi dengan seksama dan pisahkan dengan kura-kura lainnya secepatnya. Keadaan seperti ini biasanya dapat segera diatasi jika terdeteksi secara dini.
  1. Gejala:
Hewan yang kurang bertenaga, kemungkinan menyanggah kepalanya dengan tinggi atau dalam posisi yang tidak seperti biasanya. Kemungkinan juga lemahnya kaki depan dan belakang dan juga kadang mengeluarkan cairan dari hidung atau mulut diikuti dengan sesak napas.
Kemungkinan disebabkan:
Kondisi serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran pernapasan, kemungkinan pneumonia.
Pengobatan:
Perhatian dari dokter hewan diperlukan secepatnya. Suntikan antibiotik biasa tindakan yang harus dilakukan (antibiotic biasanya tidak diberikan secara oral pada kura-kura air tawar disebabkan oleh lamanya dan tidak menentukan rasio penyerapan melalui pencernaan dan tidak menentunya jumlah serum darah).
  1. Gejala:
Lemahnya daerah tempurung atas atau bawah dengan kemungkinan pecahnya pembuluh darah. Kemungkinan terciumnya bau yang tidak sedap dari daerah sekeliling. Daerah yang terkena dapat menyebar dengan cepat.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada tissue yang mana berasal dari trauma atau penyakit tertentu. organisma gram-negatif biasanya penyebabnya.
Pengobatan:
Daerah sekeliling yang terditeksi harus dibersihkan secara rutin dengan cairan povidone iodine, sel-sel yang mati dibersihkan secara perlahan dan kura-kura ini dipisahkan secepatnya dengan yang lainnya. Antibiotik yang dioleskan langsung dapat digunakan. Gejala seperti ini kebanyakan disebabkan oleh lokalisasi luka trauma, seperti terbakar oleh pemanas/heater atau goresan yang disebabkan oleh batu tajam yang ada di aquarium dll.
  1. Gejala:
Kurang bertenaga, lemas, kemungkinan kaki atau tempurung bawah terlihat kemerahan.
Kemungkinan disebabkan:
Pada umumnya septicemia (keracunan pada darah).
Pengobatan:
Pada umumnya disebabkan oleh luka trauma, terutama air yang terkontaminasi. Ada kemungkinan hepatosis jika hati (lever) dengan cepat ikut terserang. Mendesaknya akan kebutuhan parenteral (tidak melalui mulut) antibiotik harus dilakukan dengan hati-hati dan intensif terapi pendukung juga diperlukan. Tes darah juga diperlukan untuk memastikan kemajuan pengobatan.
  1. Gejala:
Tempurung atas yang lembek dan kemungkinan tidak merata. Lemahnya kaki-kaki dan kura-kura ini kemungkinan masalah makan.
Kemungkinan disebabkan:
Makanan yang kekurangan kalsium baik sedikit maupun banyak.
Pengobatan:
Untuk kondisi yang parah kemungkinan tidak dapat tertolong. Pengobatan dapat berupa suntikan kalsium ditambah makanan yang berkalsium dan perawatan di bawah sinar lampu UV-B.
Catatan: Gejala tempurung lembek, jangan disamakan dengan kura-kura jenis tempurung lunak (Soft-shell) seperti jenis Tryonix/Apalone.
  1. Gejala:
Luka baru.
Kemungkinan disebabkan:
Perkelahian, lecet pada batu atau benda lain.
Pengobatan:
Pindahkan faktor penyebab di lingkungannya. Bersihkan perlahan-lahan dengan menggunakan cairan povidone-iodine dan jaga kebersihannya sampai luka sembuh total. Perhatikan dengan seksama gejala infeksi kedua, seperti septicernia, necrotic dermatitis.
  1. Gejala:
Pembengkakan atau kemerahan di samping kepala.
Kemungkinan disebabkan:
Bisul telinga. Pada kura-kura, disebabkan oleh kebersihan air yang kurang.
Pengobatan:
Pembedahan oleh dokter hewan dengan pembiusan lokal.

Pengobatan Pertama Luka pada Tempurung Kura-Kura




Banyak sebab mengapa kura-kura bisa terluka. Luka pada kulitnya cukup mudah diobati dengan betadine maupun obat-obatan penutup luka lainnya. Tapi bagaimana dengan luka pada tempurung? Luka pada tempurung bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya akibat gigitan kura lainnya, gigitan hewan predator, tergores dekorasi akuarium, gejala pembusukan tempurung (SCUD/Septicemia), dan lain sebagainya.

Jika anda melihat tempurung (karapas/plastron) kura-kura Brazil anda terluka, lakukan langkah-langkah di bawah ini:
  1. Ambil kura dari air/habitat dan perhatikan di cahaya terang untuk memastikan ada-tidaknya pendarahan. Jika terjadi pendarahan, ambil kain bersih atau kapas steril yang kering dan tekan lembut bagian yang terluka hingga pendarahan berhenti.
  2. Saat anda menghentikan pendarahan, lakukan hal berikut:
    • Basuh bagian yang terluka dengan air hangat sambil digosok dengan sikat gigi halus untuk membersihkan dari kotoran. Kemudian teteskan betadine/obat luka pada bagian yang berdarah dan biarkan kering selama beberapa menit. Jika kura anda meronta, biarkan dia menggigit kain yang bersih hingga dia diam.
    • Letakkan kura di wadah yang hangat, kering, dan agak gelap untuk mengurangi depresi dan stres kecuali saat dia makan. Tempatkan kain bersih atau kapas yang kering di bagian alasnya. Diamkan minimal 4 jam hingga lukanya kering.
    • Ulangi pembersihan luka dan pengobatan dengan betadine sampai lukanya benar-benar kering. Periksa lukanya setiap hari, jika tercium bau tidak sedap pada bagian luka segera hubungi dokter hewan terdekat. Bau tidak sedap atau bau busuk adalah tanda dini dari infeksi.
Perhatikan apakah bagian tempurungnya lunak? Apakah berbau tidak sedap? Apakah tempurung berubah warna? Jika iya, segeralah bawa kura anda ke dokter hewan terdekat untuk pengobatan lebih lanjut

Penyakit Kura-kura Tidak Mau Makan



Tidak mau makan terkadang merupakan gejala awal stres atau penyakit yang diderita oleh reptil, termasuk juga kura-kura air dan kura-kura darat. Ini ada beberapa pertanyaan untuk menanyakan pada diri Anda sendiri tentang segala sesuatu yang menyebabkan kura-kura mogok makan, bersama dengan saran yang mungkin bisa membantu.

Apakah kura-kura Anda baru datang di rumah Anda?
  
Kura-kura yang diangkut dalam suatu perjalanan, khususnya kura-kura tangkapan alam, biasanya sangat mudah menderita stres, dan mungkin saja bisa sampai beberapa hari bahkan minggu bagi kura-kura tersebut untuk beradaptasi sebelum kura-kura siap makan. Sebaiknya, tempatkanlah kura-kura yang baru Anda datangkan ke rumah di tempat yang jauh dari peliharaan Anda yang lain atau dari suara-suara ribut. Tangani mereka sejarang mungkin dan pastikan mereka memiliki tempat di habitat yang Anda sediakan dimana mereka bisa bersembunyi dan merasa aman. Bila kura-kura Anda tetap tidak mau makan setelah dua minggu, bawalah ke dokter hewan untuk mencari tahu apa yang salah, mungkin saja masalah parasit atau gangguan sistem pencernaan.

  • Apakah habitat kura-kura Anda cukup hangat atau cukup sejuk?
    Pastikan Anda cari tahu tentang apa yang dibutuhkan oleh jenis spesies kura-kura Anda, terutama pada suhu air, suhu udara, atau tingkat kelembapan yang dibutuhkan. Kura-kura dan reptil lainnya harus mengatur suhu tubuh mereka sesuai dengan lingkungannya, dan suhu yang terlalu dingin membuat kura-kura tidak mau makan.

  • Apakah kura-kura Anda menyukai makanan yang Anda berikan?
    Cobalah makanan yang berbeda. Kebanyakan kura-kura merupakan pemilih dalam hal makanan dan akan memilih satu atau lebih jenis makanan dan menolak jenis makanan lainnya. Semakin bervariasi makanan yang Anda berikan untuk kura-kura Anda – apakah kura-kura tersebut bersifat herbivora, omnivora, atau karnivora – semakin sehat ia dapat bertahan hidup. Tapi bila kura-kura Anda tidak juga makan, cobalah berikan sesuatu yang Anda tahu ia suka, atau cobalah menaruh cacing tanah kecil yang masih menggeliat di depan hidungnya, hanya sedikit kura-kura yang menolak makanan semacam itu. Ketika kura-kura Anda mulai mau makan kembali, Anda bisa mulai memberikan variasi makanan yang lainnya.

  • Apakah kura-kura Anda sehat?
    Bila kura-kura Anda tadinya makan dengan teratur namun tiba-tiba berhenti, ada kemungkinan merupakan masalah kesehatan. Penyebab yang paling umum pada masalah makan dan pencernaan adalah parasit intestinal. Anda memerlukan dokter hewan dalam berurusan dengan parasit ini, karena ada banyak jenis parasit dan cara penanganannya dan hanya tes kotoran buang air besar (feces) yang bisa mengidentifikasi parasit yang menjangkiti kura-kura Anda. Bila Anda hendak menemui dokter hewan untuk pengobatan, kumpulkanlah sampel feces kura-kura Anda pada empat jam sebelum bertemu dengan dokter, taruh sampel feces tersebut dalam sebuah mangkuk air. Dan simpanlah di dalam kulkas sampai waktunya Anda berangkat menemui dokter hewan tersebut. Dan dokter hewan akan berterima kasih pada Anda karena sudah memudahkan pekerjaannya.
    Kemungkinan lainnya yang biasanya mengakibatkan kura-kura mogok makan adalah infeksi pada mata atau pernafasan. Kura-kura berburu makanan dengan menggunakan penglihatan, dan bila mata kura-kura tertutup akibat infeksi mata atau pernafasan, maka kura-kura tidak bisa melihat makanan. Dalam kasus ini, perendaman di air bersih dan hangat akan membantu.
    Seekor kura-kura dapat hidup tanpa makanan selama berminggu-minggu dan bila memungkinkan bahkan hingga berbulan-bulan, jadi jangan panik. Ketika kura-kura Anda merasa sehat dan aman, kura-kura Anda akan makan kembali. Pastikan Anda membuat lingkungan yang persis dengan habitat aslinya, menjaga suhu juga sangat direkomendasikan, memberi makanan yang bervariasi, dan pastikan bebas parasit. Maka masalah tersebut akan terselesaikan dengan sendirinya.

Perizinan Hewan Langka

Izin Penangkaran Izin penangkaran tumbuhan dan satwa liar dapat diberikan kepada : Perorangan, Koperasi, Badan Hukum, dan Lembaga Konservasi. Izin penangkaran tumbuhan dan satwa liar dalam bentuk :
  1. Captive Breeding (pengembangbiakan satwa dalam lingkungan terkontrol),
    1. Untuk jenis yang dilindungi, diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Departemen Kehutanan.
    2. Untuk jenis yang tidak dilindungi yang termasuk dalam Appendix CITES, diterbitkan oleh Kepala Balai KSDA,
    3. Untuk jenis yang tidak dilindungi yang tidak termasuk dalam Appendix CITES, diterbitkan oleh Kepala Dinas di tingkat Propinsi yang menangani konservasi tumbuhan dan satwa liar.
  2. Rearing/Ranching (pembesaran anakan dari telur/anakan dari habitat alam),
    1. Untuk jenis yang dilindungi diterbitkan oleh Direktur Jenderal PHKA, Departemen Kehutanan,
    2. Untuk jenis yang tidak dilindungi yang termasuk dalam Appendix CITES, diterbitkan oleh Kepala Balai KSDA,
    3. Untuk jenis yang tidak dilindungi yang tidak termasuk dalam Appendix CITES, diterbitkan oleh Kepala Dinas di tingkat Propinsi yang menangani konservasi tumbuhan dan satwa liar.
  3. Artificial Propagation (perbanyakan tumbuhan secara buatan),
    1. Untuk jenis yang dilindungi, diterbitkan oleh Direktur Jenderal PHKA, Departemen Kehutanan,
    2. Untuk jenis yang tidak dilindungi yang termasuk dalam Appendix CITES, diterbitkan oleh Kepala Balai KSDA,
    3. Untuk jenis yang tidak dilindungi yang tidak termasuk dalam Appendix CITES, diterbitkan oleh Kepala Dinas di tingkat Propinsi yang menangani konservasi tumbuhan dan satwa liar.
  4. Transplantasi (budidaya) koral, diterbitkan oleh Kepala Balai KSDA.


 Tata Cara Permohonan Izin Permohonan izin penangkaran yang diterbitkan oleh :
  1. Direktur Jenderal PHKA Permohonan izin penangkaran diajukan kepada Direktur Jenderal dengan tembusan kepada Direktur, Sekretaris Direktorat Jenderal dan Kepala Balai KSDA setempat.
    1. Untuk izin perorangan Permohonan izin penangkaran tumbuhan dan satwa liar untuk perorangan dilengkapi dengan :
      1. Proposal penangkaran untuk permohonan baru atau Rencana Kerja Lima Tahunan untuk permohonan perpanjangan, yang masing-masing diketahui oleh Kepala Balai KSDA,
      2. Foto copy Kartu Tanda Penduduk atau izin tempat tinggal bagi warga negara asing yang masih berlaku,
      3. Surat keterangan lokasi/tempat penangkaran dari serendah-rendahnya Camat setempat yang menerangkan bahwa kegiatan penangkaran tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan,
      4. Dokumen atau bukti lain yang menerangkan legalitas asal usul induk, benih atau bibit untuk penangkaran dalam hal induk sudah ada atau surat keterangan rencana perolehan induk dari Kepala Balai KSDA,
      5. Berita Acara Persiapan Teknis dan rekomendasi dari Kepala Balai KSDA.
    2. Untuk Koperasi, Badan Usaha, dan Lembaga Konservasi Permohonan izin penangkaran tumbuhan dan satwa liar untuk Koperasi, Badan Hukum dan Lembaga Konservasi, dilengkapi dengan :
      1. Proposal penangkaran untuk permohonan baru atau Rencana Kerja Lima Tahunanuntuk permohonan perpanjangan yang masing-masing diketahui oleh Kepala Balai KSDA,
      2. Akte Notaris Perusahaan yang mencantumkan jenis usaha sesuai dengan bidang usaha yang berkaitan dengan tumbuhan dan satwa liar,
      3. Foto copy Surat Izin Tempat Usaha (SITU) atau Surat Keterangan lokasi dari Camat yang menyatakan berdasarkan Undang Undang Gangguan bahwa usaha tersebut tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan manusia,
      4. Dokumen atau bukti lain yang menerangkan legalitas asal usul induk, benih atau bibit untuk penangkaran dari Kepala Balai KSDA,
      5. Berita Acara Persiapan Teknis dan rekomendasi dari Kepala Balai KSDA.

  1. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Permohonan izin penangkaran tumbuhan dan satwa liar, diajukan kepada Kepala Balai KSDA dengan tembusan kepada Direktur Jenderal.
    1. Untuk perorangan, Permohonan izin penangkaran tumbuhan dan satwa liar untuk perorangan, dilengkapi dengan :
      1. Proposal penangkaran untuk permohonan baru atau Rencana Kerja Lima Tahunan untuk permohonan perpanjangan yang masing-masing diketahui oleh Kepala Seki Wilayah,
      2. Foto copy Kartu Tanda Penduduk atau Izin Tempat tinggal bagi warga negara asing yang masih berlaku,
      3. Surat Keterangan lokasi/tempat penangkaran dari serendah-rensahnya Camat setenpat yang menerangkan bahw akgiatan penangkaran tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan lokasi tidak dlam sengketa,
      4. Dokumen atau bukti lain yang menerangkan atau membuktikan legalitas asal usul induk, benih atau bibit untuk penangkaran dalam hal induk sudah ada atau surat keterangan rencana induk dari Kepala Balai KSDA,
      5. Berita Acara Persiapan Teknis dan rekomendasi dari Kepala Seksi Wilayah.
    2. Untuk Koperasi, Badan Hukum, dan Lembaga Konservasi, Permohonan izin penangkaran tumbuhan dan satwa liar untuk Koperasi, Badan Hukum dan Lembaga Konservasi, dilengkapi dengan :
      1. Proposal penangkaran untuk permohonan baru atau Rencana Kerja Lima Tahunan untuk permohonan perpanjangan yang masing-masing diketahui oleh Kepala Seki Wilayah,
      2. Akte Notaris Perusahaan yang mencantumkan jenis usaha sesuai dengan bidang usaha yang berkaitan dengan tumbuhan dan satwa liar,
      3. Foto copy Surat Izin Tempat Usaha (SITU) atau Surat Keterangan lokasi/tempat penangkaran dari serendah-rendahnya Camat setempat yang menerangkan bahwa kegitan penangkaran tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan lokasi sedang tidak dalam sengketa,
      4. Dokumen atau bukti lain yang menerangkan atau membuktikan legalitas asal usul induk, benih atau bibit untuk penangkaran dalam hal induk sudah ada atau surat keterangan rencana induk dari Kepala Bali KSDA,
      5. Berita Acara Persiapan Teknis dan rekomendasi dari Kepala Seksi Wilayah.

  1. Kepala Dinas Propinsi (yang menangani konservasi tumbuhan dan satwa liar)
    Permohonan izin penangkaran tumbuhan dan satwa liar , diajukan kepada Kepala Dinas dengan tembusan Direktur Jenderal dan Kepala Balai KSDA setempat.Untuk perorangan,
    1. Untuk permohonan izin perorangan dilengkapi dengan :
      1. Proposal penangkaran untuk permohonan baru atau Rencana Kerja Lima Tahunan untuk permohonan perpanjangan yang masing-masing diketahui oleh Kepala Balai KSDA,
      2. Identitas pemohon berupa surat keterangan yang dikeluarkan oleh Camat,
      3. Surat keterangan lokasi/tempat penangkaran dari serendah-rendahnya Camat setempat yang menerangkan bahwa kegiatan penangkaran tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan lokasi tidak sedang dalam sengketa,
      4. Dokumen atau bukti lain yang menerangkan atau membuktikan legalitas asal usul induk, benih atau bibit untuk penangkaran dari Kepala Balai KSDA,
      5. Berita Acara Pemeriksaan Teknis dan rekomendasi ari Kepala Balai KSDA.
    2. Untuk Koperasi, Badan hukum, dan Lembaga Konservasi, Permohonan izin untuk Koperasi, Badan hukum dan Lembaga Konservasi, dilengkapi dengan :
      1. Proposal penangkaran untuk permohonan baru atau Rencana Kerja Lima Tahunan untuk permohonan perpanjangan yang masing-masing diketahui oleh Kepala Balai KSDA,
      2. Akte Notaris Perusahaan yang mencantumkan jenis usaha sesuai dengan bidang usaha yang berkaitan dengan tumbuhan dan satwa liar,
      3. Foto copy Surat Izin Tempat Usaha (SITU) atau Surat Keterangan berdasarkan Undang Undang Gangguan bahwa usaha tersebut tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan manusia,
      4. Dokumen atau bukti lain yang menerangkan atau membuktikan legalitas asal usul induk, benih atau bibit untuk penangkaran dari Kepala Balai KSDA,
      5. Berita Acara Pemeriksaan Teknis dan rekomendasi ari Kepala Balai KSDA.

Proposal penangkaran memuat hal-hal sebagai berikut :
  1. Data/Organisasi perusahaan (termasuk nama, alamat, pemilik, manajer, tanggal didirikan),
  2. Data mengenai tenaga kerja/tenaga ahli dibidang penangkaran jenis yang bersangkutan,
  3. Fasilitas sarana prasarana penangkaran,
  4. Jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang ditangkarkan,
  5. Uraian rencana pengadaan bibit perbanyakan tumbuhan atau induk satwa (jumlah, taksiran umur, generasi keturunan, jenis kelamin atau sex ratio, asal usul),
  6. Metoda dan teknik penangkaran serta analisis teknis penangkaran mengenai prediksi hasil penangkaran yang siap dipasarkan antara lain waktu menetas/beranak, jumlah anakan dan pertumbuhan,
  7. Rencana hasil penangkaran yang diharapkan selama jangka 5 tahun,
  8. Deskripsi mengenai sitem dan metoda penandaan,
  9. Deskripsi sarana prasarana penangkaran yang telah dan akan dibangun (fasilitas pemeliharaan, pembiakan dan pembesaran termasuk fasilitas kesehatan),
  10. Analisis finansial mengenai prediksi keuntungan dari usaha dimaksud.

Rencana Kerja Lima Tahunan, berisi hal-hal antara lain :
  1. Data perusahaan,
  2. Data stok satwa atau tumbuhan,
  3. Tenaga kerja dan sarana prasarana,
  4. Rencana kegiatan selama lima tahun.
Pembinaan dan Pengendalian Otoritas Keilmuan (Scientific authority), sesuai dengan ketentuan CITES Resolusi Conf. 10.3 wajib memberikan saran dan rekomendasi kepada Direktur Jenderal PHKA selaku pelaksana Otoritas Pengelola CITES di Indonesia, mengenai keberhasilan suatu unit penangkaran untuk dapat mengekspor hasilnya sesuai dengan Article VII paragraph 4 dan paragraph 5 CITES mengenai ketentuan ekspor hasil pengembangbiakan satwa dan perbanyakan tumbuhan secara buatan. Dalam pelaksanaannya Otoritas Keilmuan melakukan pembinaan kepada para penangkar tumbuhan dan satwa liar. Otoritas Pengelola wajib melakukan pembinaan kepada unit penangkaran mengenai penandaan, sistem pencatatan dan pelaporan yang benar serta pengendalian pemanfaatan hasil penangkaran.

Dalam rangka pengendalian pemanfaatan hasil penangkaran, Kepala Balai KSDA melakukan pemeriksaan silang terhadap laporan bulanan, buku catatan harian, penandaan dan fisik tumbuhan dan satwa liar di dalam penangkaran. Pemeriksaan silang dilakukan secara berkala paling sedikit satu kali dalam enam bulan, atau apabila karena sesuatu hal dipandang perlu. Berdasarkan hasil pembinaan dan pengendalian Kepala Balai membuat Catatan Kinerja unit Penangkaran. Kepala Balai wajib menyampaikan laporan kepada Direktur Jenderal mengenai hasil pemeriksaan dan Catatan Kinerja Unit Penangkaran.
 
Pencatatan dan Pelaporan Setiap unit penangkaran tumbuhan dan satwa liar wajib membuat buku induk (Stud book) dan buku catatan harian (Log book) mengenai perkembangan seluruh tumbuhan atau satwa di dalam penangkaran. Buku catatan harian harus terbuka bagi petugas dalam rangka pembinaan dan kontrol serta bagi auditor dalam rangka penilaian pemenuhan standar kualifikasi. Setiap unit penangkaran tumbuhan dan satwa liar wajib menyampaikan laporan bulanan mengenai perkembangan seluruh tumbuhan atau satwa di dalam penangkaran. Laporan tersebut berisi perubahan (mutasi), pada hasil penangkaran termasuk diantaranya kelahiran, perbanyakan, kematian, penjualan untuk setiap generasi dan induk-induknya

Daftar Spesies Kura-Kura



Berikut adalah daftar lengkap semua spesies kura-kura dunia termasuk yang diketahui telah punah:

Acanthochelys
  • Acanthochelys macrocephala
  • Acanthochelys pallidipectoris
  • Acanthochelys radiolata
  • Acanthochelys spixii

Acherontemys(†)
Acinixys planicauda
Actinemys marmorata [was
Actinemys marmorata marmorata
Actinemys marmorata pallida
Aldabrachelys elephantina
Alligator
amphithorax"
Amyda
  • Amyda cartilaginea
Annamemys annamensis
Apalone
  • Apalone ferox [was
  • Apalone mutica
  • Apalone mutica calvata
  • Apalone mutica mutica
  • Apalone spinifera [was
  • Apalone spinifera aspera
  • Apalone spinifera ater
  • Apalone spinifera emoryi
  • Apalone spinifera guadalupensis
  • Apalone spinifera hartwegi
  • Apalone spinifera pallida
  • Apalone spinifera spinifera

Archelon†
Aspideretes
  • Aspideretes gangeticus
  • Aspideretes hurum
  • Aspideretes leithii
  • Aspideretes nigricans
Astrochelys
Astrochelys radiata
Batagur baska
  • Batagur baska
  • Batagur baska baska
  • Batagur baska ranongensis
Batrachemys
  • Batrachemys dahli
  • Batrachemys heliostemma
  • Batrachemys nasuta [was
  • Batrachemys raniceps
  • Batrachemys tuberculata
  • Batrachemys zuliae
Bonapartemys†
borbonica"
Bufocephala vanderhaegei
Caiman
Callagur
  • Callagur borneoensis
Caretta
  • Caretta caretta
  • Caretta caretta caretta
Carettochelys insculpta
  • Carettochelys insculpta canni
  • Carettochelys insculpta insculpta
Chelodina
  • Chelodina canni
  • Chelodina longicollis
  • Chelodina mccordi
  • Chelodina novaeguineae
  • Chelodina oblonga
  • Chelodina pritchardi
  • Chelodina reimanni
  • Chelodina siebenrocki
  • Chelodina steindachneri
Chelonia mydas
Chelonia mydas agassizii
Chelonia mydas japonica
Chelonia mydas mydas
Chelopus annulata
Chelopus rubida [was
Chelopus rubida rubida
Chelosphargis†
Chelus
Chelus fimbriatus
Chelydra
  • Chelydra acuticostris
  • Chelydra rossignonii
  • Chelydra serpentina
  • Chelydra serpentina osceola
  • Chelydra serpentina serpentina
Chelydrops(†)
Chelydropsis(†)
Chersina angulata
Chinemys
  • Chinemys megalocephala
  • Chinemys nigricans
  • Chinemys reevesii
  • Chinemys reevesii megalocephala
  • Chinemys reevesii reevesii
Chitra
  • Chitra chitra
  • Chitra indica
  • Chitra vandijki
Chrysemys
  • Chrysemys floridana
  • Chrysemys picta painted turtle
  • Chrysemys picta painted turtle bellii
  • Chrysemys picta painted turtle dorsalis
  • Chrysemys picta painted turtle marginata
  • Chrysemys picta painted turtle picta
Cistoclemmys flavomarginata
  • Cistoclemmys flavomarginata evelynae
  • Cistoclemmys flavomarginata flavomarginata
  • Cistoclemmys flavomarginata sinensis
  • Cistoclemmys galbinifrons flowerback box turtle bourreti
  • Cistoclemmys galbinifrons flowerback box turtle galbinifrons
  • Cistoclemmys galbinifrons flowerback box turtle picturata
  • Cistoclemmys serrata serrated box turtle
Claudius angustatus
Clemmys
  • Clemmys guttata
  • Clemmys guttata guttata
  • Clemmys insculpta
  • Clemmys marmorata
  • Clemmys marmorata marmorata
Cuora
  • Cuora amboinensis
  • Cuora amboinensis amboinensis
  • Cuora amboinensis couro
  • Cuora amboinensis kamaroma
  • Cuora amboinensis lineata
  • Cuora aurocapitata
  • Cuora flavomarginata
  • Cuora galbinifrons flowerback box turtle
  • Cuora galbinifrons flowerback box turtle bourreti
  • Cuora galbinifrons flowerback box turtle galbinifrons
  • Cuora galbinifrons flowerback box turtle picturata
  • Cuora mccordi McCord?s box turtle
  • Cuora pani Pan?s box turtle
  • Cuora serrata serrated box turtle
  • Cuora trifasciata golden coin turtle
  • Cuora yunnanensis
  • Cuora zhoui
"
Cyclanorbis
  • Cyclanorbis elegans
  • Cyclanorbis senegalensis
Cyclemys
  • Cyclemys annamensis
  • Cyclemys atripons
  • Cyclemys dentata
  • Cyclemys dentata
  • Cyclemys oldhamii
  • Cyclemys ovata
  • Cyclemys pulchristriata
  • Cyclemys tcheponensis
  • Cyclemys tcheponensis
Cycloderma
  • Cycloderma aubryi
  • Cycloderma frenatum
Cylindraspis
  • Cylindraspis "indica
  • Cylindraspis inepta
  • Cylindraspis peltastes
  • Cylindraspis triserrata
  • Cylindraspis vosmaeri
Deirochelys
  • Deirochelys reticulata
  • Deirochelys reticulata chrysea
  • Deirochelys reticulata miaria
  • Deirochelys reticulata reticulate
Dermatemys mawii
Dermochelys
  • Dermochelys coriacea
  • Dermochelys coriacea angusta
  • Dermochelys coriacea coriacea
  • Dermochelys coriacea schlegelii
Desmatochelys†
Dipsochelys
  • Dipsochelys abrupta
  • Dipsochelys arnoldi
  • Dipsochelys daudinii
  • Dipsochelys dussumieri
  • Dipsochelys grandidieri
  • Dipsochelys hololissa
Dogania
Dogania subplana
Elseya
  • Elseya bellii
  • Elseya branderhorsti
  • Elseya dentata
  • Elseya georgesi
  • Elseya irwini
  • Elseya latistemum
  • Elseya lavarackorum
  • Elseya novaeguineae
  • Elseya purvisi
  • Elseya schultzei
Elusor
Elusor macrurus
Emarginachelys(†)
Emydoidea blandingii
Emydura
  • Emydura australis
  • Emydura krefftii
  • Emydura macquarrii
  • Emydura macquarrii binjing
  • Emydura macquarrii dharra
  • Emydura macquarrii dharuk
  • Emydura macquarrii guanabarra
  • Emydura macquarrii macquarrii
  • Emydura macquarrii signata
  • Emydura subglobosa
  • Emydura subglobosa albertii
  • Emydura subglobosa worrelli
  • Emydura tanybaraga
  • Emydura victoriae
  • Emydura worrelli
Emys European
  • Emys orbicularis European capolongoi
  • Emys orbicularis European colchica
  • Emys orbicularis European eiselti
  • Emys orbicularis European fritzjuergenobstii
  • Emys orbicularis European galloitalica
  • Emys orbicularis European hellenica
  • Emys orbicularis European hispanica
  • Emys orbicularis European iberica
  • Emys orbicularis European lanzai
  • Emys orbicularis European luteofusca
  • Emys orbicularis European occidentalis
  • Emys orbicularis European orbicularis
  • Emys orbicularis European orientalis
  • Emys orbicularis European persica
  • Emys trinacris European
Eretmochelys
  • Eretmochelys imbricata bissa
  • Eretmochelys imbricata imbricata
  • Eretmochelys imbricata squamata
  • Eretmochelys imbricata hawksbill
  • Erymnochelys madagascariensis
Furculochelys nabeulensis
Gavialis gangeticus
Gavialosuchus†
Geochelone
  • Geochelone carbonaria
  • Geochelone chilensis
  • Geochelone denticulata
  • Geochelone elegans
  • Geochelone elephantus
  • Geochelone gigantea
  • Geochelone gigantea arnoldi
  • Geochelone gigantea dussumieri
  • Geochelone gigantea hololissa
  • Geochelone nigra
  • Geochelone nigra abingdoni
  • Geochelone nigra becki
  • Geochelone nigra chathamensis
  • Geochelone nigra darwini
  • Geochelone nigra duncanensis
  • Geochelone nigra ephippium
  • Geochelone nigra guntheri
  • Geochelone nigra hoodensis
  • Geochelone nigra nigra
  • Geochelone nigra phantastica
  • Geochelone nigra porteri
  • Geochelone nigra vandenburghi
  • Geochelone nigra vicina
  • Geochelone pardalis
  • Geochelone pardalis babcocki
  • Geochelone pardalis pardalis
  • Geochelone platynota
  • Geochelone radiata
  • Geochelone sulcata
  • Geochelone yniphora
Geoclemys
  • Geoclemys hamiltonii
  • Geoclemys reevesii
Geoemyda
  • Geoemyda japonica
  • Geoemyda silvatica
  • Geoemyda spengleri
  • Geoemyda yuwonoi"
Glyptemys insculpta [was
Glyptemys muhlenbergii [was
Gopherus
  • Gopherus agassizii
  • Gopherus berlandieri
  • Gopherus flavomarginatus
  • Gopherus polyphemus
Graptemys
  • Graptemys barbouri
  • Graptemys caglei
  • Graptemys ernsti
  • Graptemys flavimaculata
  • Graptemys geographica
  • Graptemys gibbonsi
  • Graptemys kohni
  • Graptemys nigrinoda
  • Graptemys nigrinoda delticola
  • Graptemys nigrinoda nigrinoda
  • Graptemys oculifera
  • Graptemys ouachitensis
  • Graptemys ouachitensis ouachitensis
  • Graptemys ouachitensis sabinensis
  • Graptemys pseudogeographica
  • Graptemys pseudogeographica kohnii
  • Graptemys pseudogeographica ouachitensis
  • Graptemys pseudogeographica pseudogeographica
  • Graptemys pseudogeographica sabinensis
  • Graptemys pulchra
  • Graptemys versa
Hadrianus
  • Hadrianus "corsoni
  • Hadrianus robustus
  • Hadrianus schucherti
  • Hadrianus utahensis
Hardella
  • Hardella thurjii
  • Hardella thurjii indi
  • Hardella thurjii thurjii
Heosemys
  • Heosemys depressa
  • Heosemys grandis
  • Heosemys leytensis
  • Heosemys spinosa
  • Heosemys yuwonoi
Hieremys annandalii
Hieremys x
Homopus
  • Homopus areolatus
  • Homopus bergeri
  • Homopus boulengeri
  • Homopus femoralis
  • Homopus signatus
  • Homopus signatus cafer
  • Homopus signatus signatus
Hydromedusa
Hydromedusa maximiliani
Hydromedusa tectifera
Indotestudo
  • Indotestudo elongata
  • Indotestudo forstenii
  • Indotestudo travancorica
Kachuga
  • Kachuga dhongoka
  • Kachuga kachuga
  • Kachuga smithi
  • Kachuga sylhetensis
  • Kachuga tecta
  • Kachuga tentoria
  • Kachuga tentoria circumdata
  • Kachuga tentoria flaviventer
  • Kachuga tentoria tentoria
  • Kachuga trivittata
Kentisuchus†
Kinixys
  • Kinixys belliana
  • Kinixys belliana belliana
  • Kinixys belliana nogueyi
  • Kinixys belliana zombensis
  • Kinixys erosa
  • Kinixys homeana
  • Kinixys homeana
  • Kinixys lobatsiana
  • Kinixys natalensis
  • Kinixys spekii
Kinosternon
  • Kinosternon acutum
  • Kinosternon alamosae
  • Kinosternon angustipons
  • Kinosternon arizonense
  • Kinosternon baurii
  • Kinosternon chimalhuaca
  • Kinosternon creaseri
  • Kinosternon cruentatum
  • Kinosternon dunni
  • Kinosternon flavescens
  • Kinosternon flavescens arizonense
  • Kinosternon flavescens durangoense
  • Kinosternon flavescens flavescens
  • Kinosternon herrerai
  • Kinosternon hirtipes
  • Kinosternon hirtipes chapalaense
  • Kinosternon hirtipes hirtipes
  • Kinosternon hirtipes magdalense
  • Kinosternon hirtipes murrayi
  • Kinosternon hirtipes tarascense
  • Kinosternon integrum
  • Kinosternon leucostomum
  • Kinosternon leucostomum leucostomum
  • Kinosternon leucostomum postinguinale
  • Kinosternon oaxacae
  • Kinosternon scorpioides
  • Kinosternon scorpioides abaxillare
  • Kinosternon scorpioides albogulare
  • Kinosternon scorpioides cruentatum
  • Kinosternon scorpioides scorpioides
  • Kinosternon sonoriense
  • Kinosternon sonoriense longifemorale
  • Kinosternon sonoriense sonoriense
  • Kinosternon subrubrum
  • Kinosternon subrubrum hippocrepis
  • Kinosternon subrubrum steindachneri
  • Kinosternon subrubrum subrubrum
Lepidochelys
  • Lepidochelys kempii
  • Lepidochelys olivacea
Leucocephalon "yuwonoi
Linderochelys†
Lissemys
  • Lissemys punctata andersoni
  • Lissemys punctata punctata
  • Lissemys punctata scutata
Lomalatachelys†
Macrocephalochelys(†)
Macrochelodina
  • Macrochelodina burrungandjii
  • Macrochelodina expansa
  • Macrochelodina kuchlingi
  • Macrochelodina parkeri
  • Macrochelodina rugosa
Macrochelys temminckii
Malaclemys "Concentrica
Malaclemys
  • Malaclemys terrapin
  • Malaclemys terrapin centrata
  • Malaclemys terrapin littoralis
  • Malaclemys terrapin macrospilota
  • Malaclemys terrapin pileata
  • Malaclemys terrapin rhizophorarum
  • Malaclemys terrapin tequesta
  • Malaclemys terrapin terrapin
Malacochersus tornieri
Malayemys subtrijuga
Manouria
  • Manouria emys
  • Manouria emys emys
  • Manouria emys phayrei
  • Manouria impressa
Mauremys
  • Mauremys annamensis
  • Mauremys caspica
  • Mauremys caspica caspica
  • Mauremys caspica siebenrocki
  • Mauremys caspica ventrimaculata
  • Mauremys iversoni
  • Mauremys japonica
  • Mauremys leprosa
  • Mauremys leprosa atlantica
  • Mauremys leprosa leprosa
  • Mauremys leprosa marokkensis
  • Mauremys leprosa saharica
  • Mauremys leprosa wernerkaestiei
  • Mauremys leprosa zizi
  • Mauremys mutica
  • Mauremys mutica
  • Mauremys mutica kami
  • Mauremys mutica mutica
  • Mauremys pritchardi
  • Mauremys rivulata
  • Mauremys x iversoni
  • Mauremys x pritchardi
Melanochelys
  • Melanochelys tricarinata
  • Melanochelys trijuga
  • Melanochelys trijuga coronata
  • Melanochelys trijuga edeniana
  • Melanochelys trijuga indopeninsularis
  • Melanochelys trijuga parkeri
  • Melanochelys trijuga thermalis
  • Melanochelys trijuga wiroti
Melanosuchus
Mesoclemmys
Mesoclemmys gibba [was
Morenia
  • Morenia ocellata
  • Morenia petersi
Myuchelys
Natator depressus
Nilssonia
Nilssonia formosa
Notochelone†
Notochelys
Notochelys platynota
Ocadia
  • Ocadia glyphistoma
  • Ocadia philippeni
  • Ocadia sinensis
Orlitia
Orlitia borneensis
Palaeophrynops†
Palaeotrionyx
Palea
Palea steindachneri
Paleosuchus
Pangshura
  • Pangshura smithi
  • Pangshura smithi pallidipes
  • Pangshura smithi smithi
  • Pangshura sylhetensis
  • Pangshura tecta
  • Pangshura tentoria circumdata
  • Pangshura tentoria flaviventer
  • Pangshura tentoria tentoria
pani "
Parahydraspis†
Paratomistoma†
Pelochelys
  • Pelochelys bibroni
  • Pelochelys cantorii
  • Pelochelys significa
Pelocomastes†
Pelodiscus
  • Pelodiscus axenaria
  • Pelodiscus sinensis
Pelomedusa
  • Pelomedusa subrufa
  • Pelomedusa subrufa nigra
  • Pelomedusa subrufa olivacea
  • Pelomedusa subrufa subrufa
Peltocephalus dumerilianus
Pelusios
  • Pelusios acupulata
  • Pelusios adansonii
  • Pelusios bechuanicus
  • Pelusios broadleyi
  • Pelusios carinatus
  • Pelusios castanaeus
  • Pelusios castanoides castanoides
  • Pelusios castanoides intergularis
  • Pelusios chapini[1]
  • Pelusios gabonensis
  • Pelusios gaboni
  • Pelusios marani
  • Pelusios nanus
  • Pelusios niger
  • Pelusios rhodesianus
  • Pelusios seychellensis (†)
  • Pelusios sinuatus
  • Pelusios subniger
  • Pelusios subniger parietalis
  • Pelusios subniger subniger
  • Pelusios upembae
  • Pelusios williamsi
  • Pelusios williamsi laurenti
  • Pelusios williamsi lutescens
  • Pelusios williamsi williamsi
Phrynops
  • Phrynops geoffroanus
  • Phrynops geoffroanus geoffroanus
  • Phrynops hilarii
  • Phrynops tuberosus
  • Phrynops williamsi
Planiplastron(†)
Platemys
Platemys platycephala
Platysternon
  • Platysternon megacephalum
  • Platysternon megacephalum megacephalum
  • Platysternon megacephalum pequense
  • Platysternon megacephalum shiui
  • Platysternon megacephalum vogeli
Podocnemis
  • Podocnemis erythrocephala
  • Podocnemis expansa
  • Podocnemis lewyana
  • Podocnemis sextuberculata
  • Podocnemis unifilis
  • Podocnemis vogli
Prochelidella†
Protochelydra(†)
Protostega†
Psammobates
  • Psammobates geometricus
  • Psammobates oculiferus
  • Psammobates tentorius
  • Psammobates tentorius tentorius
  • Psammobates tentorius trimeni
  • Psammobates tentorius verroxii
Pseudemydura umbrina
Pseudemys
  • Pseudemys "suwanniensis
  • Pseudemys alabamensis
  • Pseudemys alabamensis
  • Pseudemys concinna
  • Pseudemys concinna concinna
  • Pseudemys concinna floridana
  • Pseudemys concinna gorzugi
  • Pseudemys concinna suwanniensis
  • Pseudemys floridana
  • Pseudemys floridana peninsularis
  • Pseudemys gorzugi
  • Pseudemys nelsoni
  • Pseudemys peninsularis
  • Pseudemys rubriventris
  • Pseudemys suwanniensis
  • Pseudemys texana
Pyxidea mouhotii
Pyxidea mouhotii mouhotii
Pyxidea mouhotii obstii
Pyxis
  • Pyxis arachnoides
  • Pyxis arachnoides arachnoides
  • Pyxis arachnoides brygooi
  • Pyxis arachnoides oblonga
  • Pyxis planicauda
Rafetus
  • Rafetus euphraticus
  • Rafetus swinhoei
Ranacephala hogei
Ranacephala x
Rhamphosuchus†
Rheodytes leukops
Rheodytesand
Rhinemys
Rhinemys rufipes
Rhinochelys†
Rhinoclemmys
  • Rhinoclemmys annulata
  • Rhinoclemmys areolata
  • Rhinoclemmys diademata
  • Rhinoclemmys funerea
  • Rhinoclemmys melanosterna
  • Rhinoclemmys nasuta
  • Rhinoclemmys pulcherrima
  • Rhinoclemmys pulcherrima incisa
  • Rhinoclemmys pulcherrima incise
  • Rhinoclemmys pulcherrima manni
  • Rhinoclemmys pulcherrima pulcherrima
  • Rhinoclemmys pulcherrima rogerbarbouri
  • Rhinoclemmys punctularia
  • Rhinoclemmys punctularia flammigera
  • Rhinoclemmys punctularia punctularia
  • Rhinoclemmys rubida
Sacalia bealei
Sacalia pseudocellata
Sacalia quadriocellata
Santanachelys[1]†
Siebenrockiella crassicollis
Staurotypus salvinii
Staurotypus salvinii
Staurotypus triporcatus
Sternotherus
  • Sternotherus carinatus
  • Sternotherus carinatus
  • Sternotherus depressus
  • Sternotherus depressus
  • Sternotherus minor
  • Sternotherus minor
  • Sternotherus minor minor
  • Sternotherus minor peltifer
  • Sternotherus odoratus
  • Sternotherus odoratus
Stylemys
  • Stylemys botti
  • Stylemys calaverensis
  • Stylemys canetotiana
  • Stylemys capax
  • Stylemys conspecta
  • Stylemys copei
  • Stylemys emiliae
  • Stylemys frizaciana
  • Stylemys karakolensis
  • Stylemys nebrascensis
  • Stylemys neglectus
  • Stylemys oregonensis
  • Stylemys pygmea
  • Stylemys uintensis
  • Stylemys undabuna
Terlinguachelys†
Terrapene
  • Terrapene carolina
  • Terrapene carolina bauri
  • Terrapene carolina carolina
  • Terrapene carolina major
  • Terrapene carolina mexicana
  • Terrapene carolina triunguis
  • Terrapene carolina yucatana
  • Terrapene coahuila
  • Terrapene coahuila coahuila
  • Terrapene nelsoni
  • Terrapene nelsoni klauberi
  • Terrapene nelsoni nelsoni
  • Terrapene ornata
  • Terrapene ornata luteola
  • Terrapene ornata ornata
Testudo
  • Testudo graeca
  • Testudo graeca anamurensis
  • Testudo graeca armeniaca
  • Testudo graeca cyrenicae
  • Testudo graeca graeca
  • Testudo graeca ibera
  • Testudo graeca nabeulensis
  • Testudo graeca nikolskii
  • Testudo graeca soussensis
  • Testudo graeca terrestris
  • Testudo graeca zarudnyi
  • Testudo hermanni
  • Testudo hermanni boettgeri
  • Testudo hermanni hermanni
  • Testudo horsfieldii
  • Testudo horsfieldii
  • Testudo horsfieldii horsfieldii
  • Testudo horsfieldii kazakhstanica
  • Testudo horsfieldii rustamovi
  • Testudo ibera anamurensis
  • Testudo kleinmanni
  • Testudo marginata
  • Testudo ocellata
  • Testudo weissingeri
  • Testudo werneri
Thecachampsa†
Tomistoma schlegelii
Toyotamaphimeia†
Trachemys
  • Trachemys adiutrix
  • Trachemys decorata
  • Trachemys decussata
  • Trachemys decussata angusta
  • Trachemys decussata decussata
  • Trachemys dorbignyi brasiliensis
  • Trachemys dorbignyi dorbignyi
  • Trachemys gaigeae
  • Trachemys ornata
  • Trachemys scripta
  • Trachemys scripta adiutrix
  • Trachemys scripta brasiliensis
  • Trachemys scripta callirostris
  • Trachemys scripta cataspila
  • Trachemys scripta cataspilla
  • Trachemys scripta chichiriviche
  • Trachemys scripta chichiriviche
  • Trachemys scripta dorbignyi
  • Trachemys scripta elegans
  • Trachemys scripta emolli
  • Trachemys scripta grayi
  • Trachemys scripta hartwegi
  • Trachemys scripta hiltoni
  • Trachemys scripta nebulosa
  • Trachemys scripta ornata
  • Trachemys scripta scripta
  • Trachemys scripta taylori
  • Trachemys scripta troostii
  • Trachemys scripta venusta
  • Trachemys scripta yaquia
  • Trachemys stejnegeri
  • Trachemys stejnegeri malonei
  • Trachemys stejnegeri stejnegeri
  • Trachemys stejnegeri vicina
  • Trachemys terrapen
  • Trachemys terrapen felis
  • Trachemys terrapen terrapen
Trionyx
  • Trionyx spiniferus pallidus
  • Trionyx triunguis

Hari Kura Kura Sedunia (23 mei)



Hari kura-kura sedunia. Kura-kura yang sering digambarkan sebagai makhluk yang lambat namun bijaksana terkadang merupakan antitesis dari dunia yang sekarang bergerak demikian cepat. Untuk hari ini, ada baiknya kita bercermin pada kura-kura yang bergerak lambat namun hidupnya sarat dengan makna.

Peringatan unik ini dirayakan tanggal 23 Mei tiap tahunnya. Peringatan ini diperuntukkan agar orang-orang di seluruh penjuru dunia menghargai keberadaan kura-kura, khususnya bagi masyarakat yang memakai kura-kura sebagai simbol.

Masyarakat pecinta kura-kura merayakan Hari Kura-Kura Se-dunia ini dengan cara yang berbeda-beda, beberapa di antaranya dengan berdandan sebagai kura-kura atau menyelamatkan kura-kura yang menyeberang jalan raya.

Tradisi ini telah dimulai sejak tahun 2000 oleh American Tortoise Rescue, sebuah organisasi penyelamatan populasi kura-kura yang didirikan pada tahun 1990 dan kini berpusat di Malibu, California, Amerika Serikat.
  1. Alon-alon asal kelakon atau biar lambat asal selamat. Ini bisa diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, terutama dalam berkendara. Ingat peribahasa “It’s better to lose one minute in your life than to lose your life in one minute.” Orang ingin cepat meskipun terkadang hasil yang dicapai jauh dari harapan. Ada baiknya kita mengerem sedikit dan menilik semua usaha kita agar tujuan kita tercapai dengan baik dan bukan tercapai dengan asal-asalan.
  2. Perisai tempurung yang kuat. Kura-kura mempunyai tempurung yang kuat yang digunakan sebagai perlindungan dari bahaya. Semua orang juga ingin punya tempurung seperti itu. Saat dunia seakan-akan tidak berpihak ke diri kita, kita bisa menyembunyikan diri dalam tempurung kita untuk sementara supaya kita bisa menarik nafas, bersembunyi dan menyusun strategi lagi. Tempurung kita bisa berupa rumah, keluarga, lagu, cerita atau sekedar kenangan indah di masa lalu.
  3. Fokus pada sedikit tujuan. Kura-kura tahu, bahwa dengan gerakannya yang lambat, dia tidak mampu untuk mengerjakan banyak hal. Jadi dia fokus kepada hal-hal yang ingin dia kerjakan dan kemudian dia memberikan perhatian penuh pada tujuannya itu. Manusia modern dengan segala yang serba instan, ingin banyak hal dengan cepat dan segera. Pada akhirnya, dia kehilangan fokus apa yang sebenarnya ingin dia kerjakan dan malah mengerjakan hal-hal yang tidak dia inginkan.
  4. Kesabaran adalah kelebihan utama seekor kura-kura. Ada cerita tentang seekor kura-kura yang berjalan pelan di atas salju musim dingin. Monyet datang menghampiri dan bertanya mau ke mana kura-kura tersebut. Dijawab bahwa si kura-kura mau berenang di tepian danau. Monyet menertawakannya karena danau sekarang sedang beku total dan si kura-kura tidak mungkin berenang. Kura-kura cuma menjawab, “Pada saat aku sampai ke sana, danaunya sudah mencair.”
  5. Lihat, dengar dan rasakan prosesnya. Dengan gerakannya yang lambat, kura-kura melihat banyak hal dalam perjalanan mencapai tujuannya. Dia melihat bagaimana petugas parkir menyeka wajahnya yang kepanasan, pedagang asongan berlari meloncat ke arah bus untuk menawarkan dagangannya, dan berbagai aspek kehidupan lain yang mungkin tidak kita sadari karena kita hanya fokus pada tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya.
  6. Temukan kecepatan pribadimu sendiri dan jangan menjadi minder karenanya. Kura-kura menyadari bahwa dia mempunyai kecepatannya sendiri. Kecepatan yang menjadi miliknya sendiri dan tidak terpengaruh oleh kecepatan dunia di sekitarnya. Dia tidak berupaya untuk menjadi lebih cepat dan berganti nama menjadi kelinci. Dia bergerak sewajarnya, dan tidak merasa kesal jika ada yang bergerak lebih cepat darinya, karena kura-kura sudah menemukan kecepatan pribadinya sendiri.
Kura-kura yang lambat mungkin tidak cocok dengan dunia yang bergerak cepat sekarang ini. Namun, kura-kura adalah guru yang baik, guru yang menghargai setiap waktu yang dia punya dan menghargai kesempatan yang ada sepanjang waktu yang singkat tersebut.
Selamat hari kura-kura sedunia.